(Book Review) The Alienist, Kasus Pembunuhan Berantai Akibat Trauma Masa Lalu

br1tikkixoxo96

WARNING ! CONTAIN OF SPOILERS !

 

Blurb :

Tahun 1896 di New York City. Pada suatu malam dingin di bulan Maret, reporter criminal New York Times John Shcuyler Moore dipanggil ke East River oleh sahabat yang juga mantan teman sekelasnya di Harvard, Dr. Laszlo Kreizler, seorang ahli jiwa atau “alienist”. Di Jembatan Williamsburg yang belum selesai dibangun, mereka menemukan mayat seorang pemuda, pelacur dari salah satu rumah bordil di Manhattan.

Komisaris Polisi Theodore Roosevelt yang baru diangkat, menunjuk kedua sahabat itu untuk melakukan penyelidikan. Kreizler yang cerdas dan Moore yang tahu banyak tentang liku-liku dunia kejahatan di New York mendapat rekan bernama Sara Howard, wanita yang berani dan berkemauan keras. Mereka bekerja diam-diam sebab pada masa itu para “alienist” yang baru mulai muncul belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat. Akhirnya mereka berhasil mereka-reka profil psikologis orang yang mereka cari, berdasarkan detail-detail kejahatannya. Pencarian berbahaya ini membawa mereka ke masa silam penuh derita dan pikiran tidak waras seorang laki-laki pernah dan akan terus membunuh tergantung mereka berdua untuk menghentikannya.

Judul: The Alienist

Judul Indonesia : Jiwa Yang Tersiksa

Penulis :Calleb Carr

Penerjemah : B. Sendra Tanuwidjaja

TahunTerbit :Juni1996

Penerbit : PT GramediaPustakaUtama

ISBN : 979 655 108 X

672 hlmn

 

Review:

I have a funny reason when I read this book. Well, it’s because I just watched Beauty and Beast live action movie and attracted to one of the actor and it happens to be Luke Evans. Is it kinda easy to predicted or not? Hehe. Suddenly I became one of his fangirl, and searching about all of him, and I found that he will play on The Alienist Tv series. I read about it, and found that The Alienist Tv Series is from book adaptation. And yeah, I buy it soon as I click to one of my fave online shop apps. And finally I found it, even they only sell the secondhand, at least I have chance to read The Alienist Indonesia version and…. Indonesia version of The Alienist was published at 1996 the year when I was born..wow.

I have read The Alienist twice and half..because when it’s the second time I read the book I only get to read at the half book. And the third times, finally I finished!! *dance*.

The Alienist bersetting pada tahun 1896, dimana Carr membuat kedua tokoh utama dalam buku ini berteman baik dengan salah satu tokoh penting Amerika Serikat yaitu mantan presiden Amerika Theodore Roosevelt. Fiksi sejarah yang ditulis dengan bahasa  tidak terlalu berat bagi pembacanya. Genre cerita The Alienist bisa dikatakan sebagai genre campuran yang menarik, fiksi sejarah bergenre psikologi thriller dan menurut ku ada unsur detektif misteri seperti Sherlock Holmes. Aku jarang membaca buku tentang genre misteri-detektif, tapi menurutku The Alienist cukup membuat rasa penasaran tentang misteri yang terjadi itu muncul.

Bercerita tentang Dr. Kreizler seorang Alienist dan sahabatnya John Schuyler Moore seorang wartawan Koran New York Times menemukan sebuah kasus pembunuhan bocah laki-laki pelacur yang mati di Jembatan Williamsburg yang belum selesai dibangun, dengan bokong yang terpotong serta kedua bola mata yang hilang. Kasus aneh yang menarik minat dari Dr. Kreizler karena dia juga sering menghadapi kasus berhubungan dengan pembunuhan, namun pembunuhan bocah pelacur ini dengan bagian tubuh tertentu dipotong merupakan kasusbaru. Berawal dari kasus ini mengiring Kreizler dan beberapa kawannya untuk mencari si pembunuh berantai. Namun pembunuhan terus terjadi dengan ciri korban yang sama.

Buku ini memberi sesuatu yang baru dan tidak biasa, genre psikologi-thriller dan  misteri dengan unsur politik pada jaman itu menjadi keunikan sendiri. Tokoh Kreizler dalam buku ini sangat detil dan berpikir cepat dalam menyelesaikan masalah yang ia dengan kawan-kawannya hadapi. Dia dapat menemukan solusi dengan metode tidak terduga, dan dalam memecahkan kasus pembunuhan berantai ini Kreizler beserta kawan-kawannya melakukan investigasi yang melibatkan para petinggi di kota New York. Jarang sekali aku melihat kasus pembunuhan berantai menjadikan bocah pelacur laki-laki sebagai korbannya. Dibuku ini juga dibahas tentang bagaimana ketimpangan sosial antara masyarakat kalangan atas dan kalangan imigran kelas bawah. Rasisme dalam permasalahan warna kulit pun dapat kita temukan di buku ini, serta seksisme yang pada jaman itu masih kuat. Salah satu tokoh favoritku adalah Sara Howard, sebagai seorang sekertaris pertama wanita yang bekerja di departemen kepolisian New York, Sara sering kali dicemooh oleh para polisi karena dia seorang wanita. Dia juga diajukan oleh Theodore sebagai rekan kerja Kreizler dalam menghadapi kasus pembunuhan berantai ini, Theodore percaya Sara mempunyai kemampuan dalam menghadapi kasus pembunuhan berantai ini meskipun dia adalah seorang wanita.

Alur cerita yang dihadirkan dalam buku ini bagus dan tidak terlalu tergesa-gesa dalam penulisannya, Carr juga menggambarkan tiap karakter dengan detil tanpa melupakan apa yang menjadi cirri khas si karakter dalam buku. Diambil dari sudut pandang tokoh utama John, dia membuat John sebagai karakter yang dengan betul dapat memahami setiap orang yang John kenal termasuk Kreizler sitokoh utama dalam buku ini. Lalu berbagai istilah psikologis yang juga diterangkan dengan baik oleh Carr tidak membuat pembaca bingung karena dia dapat menyesuaikan dengan cerita sehingga tidak seperti membaca textbook.

Suasana glamor pesta, opera, makanan-makanan di restoran mewah seperti Delmonico, bisa disandingkan dengan kehidupan kumuh kalangan kelas bawah seperti bagaimana rumah-rumah bordil kumuh dengan bocah-bocah remaja laki-laki yang dijadikan pelacur karena desakan ekonomi mereka sebagai masyarakat kalangan kelas bawah. Dan itu semua dihadirkan dengan seimbang sehingga dapat diketahui kalau dalam dunia ini terdapat dua kehidupan yang berdampingan namun berbeda jauh.

Every story need a romance.. And yup, it’s true…Finally I found it, between Kreizler and Mary –his maid. Their love story is so cute even it’s not much..but I think if they have a side story for Kreizler and Mary love story, I will be the number one fan of their romance (since I love to ship people). Mungkin hanya sebatas penjelasan tentang gestur tubuh antara Kreizler dan Mary tapi itu cukup menjelaskan kalau mereka punya perasaan khusus satu sama lain. Salah satu yang aku suka dari buku ini bagaimana Carr berhasil membuat sedikit roman manis dalam buku bertema psikologi-detektif ini.

Buku fiksi sejarah yang menarik dan tidak membuat bosan. I rate 4/5

 

Quotes :

Kebenciannya pada diri sendiri seakan berusaha membersihkan kotoran dari dirinya

Aku mulai menginterogasi Kreizler mengenai hubungannya dengan Mary Palmer, bukan karena aku tidak percaya–tak seorang pun yang pernah bertemu dengan gadis itu akan mengalami kesulitan untukmempercayainya–tapi karena pembicaraan tersebut menenangkan sarafku membuat Kreizler sangat terbuka. Semua bahaya yang kami hadapi hari ini, bahkan semua keburukan penyelidikan kami, terasa tidak terlalu penting lagi saat Kreizler dengan sangat hati-hati mengungkapkan harapan pribadinya untuk masa depan. Percakapan yang agak tidak biasa baginya, dan menyulitkan dalam banyak hal. Tapi belum pernah aku melihat ia begitu manusiawi sepanjang perjalanan pulang dengan kereta api ini.

Jangan bersikap kasar, John. Itu bagian dirimu yang paling tidak menarik. Dan jangan mengira ketampanan mu akan mengurangi kejengkelanku.

kimskimisignature

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s