(Movie Review) Lars and the Real Girl

latrg2

 

Blurb :

A delusional young man strikes up an unconventional relationship with a doll he finds on the Internet. In this comedy, Lars Lindstrom is an awkwardly shy young man in a small northern town who finally brings home the girl of his dreams to his brother and sister-in-law’s home. The only problem is that she’s not real – she’s a sex doll Lars ordered off the Internet. But sex is not what Lars has in mind, but rather a deep, meaningful relationship. His sister-in-law is worried for him, his brother thinks he’s nuts, but eventually the entire town goes along with his delusion in support of this sweet natured boy that they’ve always loved.

Taglines : The search for true love begins outside the box

 

WARNING CONTAIN SPOILERS!!

Genre : Comedy, Drama Romance

Cast :

Ryan Gosling sebagai Lars Lindstrom

Emily Mortimer sebagai Karin Lindstrom

Paul Schneider sebagai Gus Lindstrom

Kelli Garner sebagai Margo

Patricia Clarkson sebagai Dagmar Berman, MD

 

Imdb : 7,3 / 10 Me : 7,5 / 10

Director : Craig Gillespie

Runtime : 1h 46m

 

Review Lars and The Real Girl :

Nonton film ini karena iseng sekaligus bosan. Jadi akhirnya aku mutusin buat cari film-film terbaik rekomendasi sebuah situs, akhirnya jadilah nonton film ini. Sebenernya udah tau film ini dari lama, tapi agak kurang tertarik buat nontonnya, karena aku pikir bakal banyak adegan drama dan bikin ngantuk, dan ternyata justru kebalikannya.

Lars (diperankan Ryan Gosling), seorang pemuda dari sebuah kota kecil di Amerika, dia seorang penyendiri tinggal di garasi milik keluarganya, karena dia takut untuk berinteraksi dengan kakak iparnya, Karin (diperankan Emily Mortimer). Mereka tidak memiliki permasalahan khusus, hanya saja Lars itu bisa dibilang anti terhadap perempuan bukan dalam artian buruk, Lars tidak bisa berinteraksi dengan baik dan selalu gugup ketika menghadapi obrolan dengan perempuan. Dia selalu menghindari perempuan, sehingga sampai dewasa pun dia belum pernah memiliki hubungan dengan perempuan. Tapi Lars adalah pria baik, dan tidak suka macam-macam, dia bahkan sering menolong penduduk sekitar, sehingga dia dikenal oleh orang-orang dari kotanya.

Sampai satu hari seorang teman kerja Lars, menunjukkan Lars boneka berbentuk manusia yang bisa disesuaikan dengan keiinginan bagaimana rupa wanita tersebut. Dia akhirnya membeli ‘boneka seks’ tersebut dan menamainya “Bianca”. Lars memperlakukan Bianca layaknya seorang  manusia dan kekasihnya, mengajaknya bicara, berjalan-jalan, dan melakukan berbagai aktivitas seperti manusia. Kakak laki-laki Lars, Gus (diperankan Paul Schneider) , menganggap adiknya ini sudah gila, dan mereka membawa Lars dan Bianca kerumah sakit mengunjungi salah satu psikolog di kota mereka yaitu Dagmar (diperankan Patricia Clarkson). Untuk membantu Lars, dokter menyarankan agar semua juga menganggap Bianca itu nyata, dan semua orang di kota pun memperlakukan Bianca –sexdoll  seperti manusia. Lars pun lama-kelamaan mulai dapat membuka diri kepada perempuan, dan bisa berbincang dengan mereka tanpa rasa takut berlebihan, dan disinilah Lars menyukai seorang perempuan dari tempat kerjanya –Margo (diperankan Kelli Garner).

Aku suka sekali dengan bagaimana Gosling bisa memerankan seorang introvert yang anti perempuan dengan baik, akting Gosling ketika dia membawa Bianca dan memperlakukan Bianca sebagai kekasihnya padahal itu cuma sebuah boneka terlihat nyata, seolah membuatku  juga merasa Bianca bisa berbicara. Lalu Gosling dengan kerennya menampilkan sosok penakut yang akhirnya bisa pelan-pelan berkembang dan berubah jadi lebih baik dalam interaksi sosialnya dengan perempuan.

Bianca sendiri disini berperan sebagai wadah atau alat bantu bagi Lars untuk berinteraksi kepada perempuan yang selama ini ditakutinya, karena Lars mempunyai masa kecil buruk. Film ini juga mempunyai plot twist dan itu bukan berada di akhir cerita, tetapi di awal dan pertengahan cerita dan aku rasa itu berbeda dari kebanyakan film. Siapa yang menyangka kalau Lars tidak disangka gila dan di kucilkan dari kotanya sebaliknya dia dan Bianca diperlakukan sama seperti pasangan lain di kota itu. Memang  ada beberapa orang yang berusaha mengejek Lars tapi segera dilindungi oleh teman Lars yang lain dan sampai akhir cerita pun tidak ada satu pun dari warga di kota itu memberitahukan Lars tentang Bianca. Mereka malah senang dengan kehadiran Bianca, ikut membuat Bianca seperti warga kota mereka, dan ketika adegan dimana Bianca harus mati, semua warga ikut turut bersedih.

Ini salah satu dari sekian film unik yang pernah aku tonton, dan dengan plot twist yang dihadirkan oleh sutradara dan penulis cerita “Lars and the Real Girl” termasuk dalam film yang harus ditonton oleh setiap orang. Karena pesan moral dari film ini juga banyak. Mengajarkan daripada mengucilkan mungkin lebih baik kita ikut mengetahui bagaimana sisi orang yang kita anggap berbeda dari kita.

Pas menonton film ini, di awal cerita aku mulai merasa bosan dan berniat mencari film lain. Lalu ketika hamper memasuki pertengahan film, aku berubah pikiran dan terbawa sampai akhirnya film ini habis. Karena rasa penasaran bagaimana film ini berakhir aku mulai browsing dan baca sinopsis akhir film ini (yaps…I love spoiler, guys!), dan ketika tahu kalau Bianca –si sex doll meninggal aku kembali tertarik dengan film ini. Dan…film ini bagus menurutku, meskipun untuk komedinya kurang, tapi slice of lifenya dapat banget. Adegan paling lucu ketika Lars dan kakak laki-lakinya berbincang tentang bagaimana hubungan seorang pria dan wanita dewasa seharusnya. And it’s too awkward to be tell.. Karakter Lars tidak pernah tahu tentang wanita dan ketika mulai mengenal dia jadi punya rasa ingin tahu seperti anak kecil. Cerita romansa memang ditujukan pada Lars dan Bianca tapi kalau kita tahu, ada juga Margo yang memiliki perasaan untuk Lars juga, ketika  melihat Lars dan Margo bersama hubungan keduanya terlihat lucu namun tetap romantis.

Untuk sinematografinya, masih biasa, pemandangan yang diambil pun tidak terlalu istimewa. Mungkin sutradara ingin lebih menonjolkan cerita daripada bagaimana suasana pemandangan dalam gambar yang diambil. Jadi menurutku film ini dari sisi edukasi dan pesan moral lumayan bagus, karena kalau kita bias melihat sisi lain dari film ini banyak pesan moral yang dihadirkan. Akting Gosling juga tidak perlu diragukan lagi, aku rasa dia berhasil membawakan karakter si pendiam yang takut bicara terhadap perempuan . Untuk ukuran pria yang takut terhadap perempuan dia terlalu tampan aku pikir dia lebih cocok memerankan para pecinta wanita seperti di film Crazy, Stupid, Love daripada karakter sebagai Lars ini.

 

Lars und die Frauen

Lars dan Bianca sekilas kelihatan serasi… 😀

 

kimskimisignature

 

Credit :

https://www.imdb.com/title/tt0805564/

https://en.wikipedia.org/wiki/Lars_and_the_Real_Girl

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s