(Book Review) Cinder, si Cyborg Mekanik Misterius

br2tikkixoxo96

WARNING! CONTAIN OF SPOILERS!!

Blurb :

Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder, seorang cyborg, adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudara tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak megira bahwa pertemuannya dengan sanga Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

Cinder : The Lunar Chronicles

Judul: Cinder

Penulis : Marissa Meyer

Penerjemah :Yudith Listiandri

Penyunting : Selsa Chintya

Proofreader : Titish A.K

TahunTerbit : Cetakan Pertama, Januari 2016

Penerbit : Penerbit Spring

ISBN :978-602-71505-4-6

384 hlmn

 

Review:

Amazing story re-telling and it’s really awesome!!

Well, this is my second time read Cinder… for the first time I read Cinder I can’t finished this book. But when I read it for the second time, honey..you don’t need to ask how amazing this story become. 

Awal cerita dibuka dengan suasana berbeda dari kebanyakan novel yang memiliki cerita serupa. Cinder yang menjadi pembukaan dari cerita selanjutnya (read: Scarlet, Cress, Winter), adalah sebuah cerita re-telling dari sebuah dongeng terkenal yang tidak asing. Ceritanya yang mungkin tidak asing namun dengan genre yang jauh berbeda dari cerita aslinya, tidak membuatku kehilangan minat baca karena genre yang terbilang unik.

Plot twist yang menyenangkan berhasil dihadirkan oleh Meyer, dia sukses membuat “Cinderella” satu ini berbeda dari kebanyakan. Salah satu yang menarik perhatian adalah bagaimana Meyer, membuat kita membaca sebuah kisah negeri dongeng dengan sentuhan modern. Belum lagi konsep awal cerita original yang tidak dirubah, bagi kita yang penggemar cerita dongeng dari Grimm bersaudara ini, pasti akan mengenali bagaimana cerita Cinderella itu sendiri, hanya saja di tangan Meyer, Cinderella yang kita kenal telah diubah menjadi seorang Putri yang kiranya dianggap penyelamat bagi sebagian orang.

Kapan lagi bisa membayangkan Cinderella memperbaiki mobil, Cinderella menolak ajakan Pangeran, dan ternyata Cinderella adalah cyborg. Dan itu semua dapat dibaca dalam cerita Meyer ini, Cinderella yang harusnya menjadi putri yang diselamatkan oleh Pangeran Impian justru menjadi seorang heroine wanita yang jadi penyelamat Pangeran Kai sebelum Levana si Ratu Jahat menguasai semuanya. Well, Meyer… you did a good job!! I love it!

Mungkin seperti kebanyakan buku yang telah memakai wanita sebagai Heroine utama dalam tokoh cerita bertema dystopia, Cinder yang menjadi awalan dari cerita dari seri The Lunar Chronicles ini tetap menunjukkan walaupun dia seorang Heroine wanita, dia tetap adalah bagian dari cerita dongeng.  Dan alur cerita sama sekali tidak terasa membosankan, banyak dari lelucon sarkasme yang dihadirkan dalam tiap percakapan antara Iko-Cinder, Cinder-Dr Erland, dan paling favorit adalah ketika Pangeran Kai mencoba menggoda Cinder dengan rayuannya yang cheesy tapi berhasil membuat senyum tersirat di bibir.

Kai-Cinder, why you guys so cute?!! I love seeing you guys tease each other, and when it comes to “that” scene……I’m feel so loved!! That’s so cute !!!

Sebagai pengemar romance, aku rasa Meyer berhasil membuat cerita cinta menarik, ringan, dan mampu membuat ku tersenyum tiap kali Cinder dan Kai bertemu. Cinder dan Kai. langsung menjadi salah satu pasangan favoritku dalam buku Cinder karya Meyer ini. Kisah cinta antara Kai dan Cinder ibarat roman remaja dalam shoujo manga, ketika Kai berusaha mendekati Cinder dia berusaha menolak rasa sukanya kepada Kai, begitupula ketika Cinder menyatakan perasaan sukanya pada Kai secara langsung dan membuat Kai bingung sendiri karena Cinder yang selama ini dia tahu menyembunyikan banyak hal darinya. Sedikit terasa bumbu-bumbu drama dalam kisah mereka yang masih berkutat pada perasaan saling suka. Hubungan Kai dan Cinder bisa menjadi suatu plot twist yang tidak disangka karena tarik-ulurnya mereka.

Tokoh Levana atau Ratu Bulan adalah salah satu antagonis yang mungkin paling berpengaruh terhadap keseluruhan cerita, Heroine wanita melawan tokoh antagonis wanita lainnya, sebuah pesan feminisme tersirat dari Meyer karena tidak semua putri harus diselamatkan oleh pangeran, dan tidak semua penjahat adalah raja bengis. Mungkin karena Meyer juga fans dari Sailor Moon dan menurut cerita Sailor Moon sendiri yang adalah pahlawan wanita pembela kebenaran, dan karena suatu hal identitas Sailor Moon dirahasiakan. Jadi selain mengambil inspirasi dari dongeng Grimm bersaudara, Meyer terinspirasi dari Sailor Moon.

Levana..oh..Levana…congratulations for making me hate you so much! Well…Levana, I don’t know if I can hate you or not. But I love evil.

Overall… for this amazing story.. I give (4,5/5)

 

Quote’s :

Seorang gadis, Sebuah mesin. Makhluk Aneh.” (hal, 125)

Dua ratus ribu gadis lajang,” kata pemuda itu.  “Kenapa bukan kau?” (hal, 220) –Kai to Cinder-

Rasa panas menjalari tubuhnya, mengejutkan dan menakutkan, tapi juga menyenangkan, bergelombang seperti listrik melalui kabelnya. Kali ini, rasa itu tidak menguasai dirinya. Kali ini rasa itu tidak mengancam akan membakarnya luar dalam.” (hal, 340)

Cinder bisa menjadi siapa saja. Menjadi siapa pun.” (hal, 376)

 

kimskimisignature

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s