KL Trip Experience Day-2

kltripday2

 

Cuaca dingin, hujan-hujan, ditambah fakta kalau ini adalah malam minggu. Aku lebih milih ngehabisin waktu dirumah sambil nulis lanjutan cerita perjalanan study tour ku di KL kemarin ditemani film Brave. Suka gagal fokus kalo lagi ngerjain sesuatu sambil nonton film, meskipun filmnya udah berkali-kali ditonton. emo10

Jam setengah enam alarm hp ku yang ribut mulai buat aku bangun. Karena sedang ga berada di rumah sendiri, dan ini bukan trip dengan keluarga jadi aku bisa bangun pagi karena takut ditinggalin sama rombongan study tour. Seperti yang kita tau juga, di KL satu jam lebih cepat dari Indonesia dan jam setengah tujuh pemandangan gelap masih keliatan dengan jelas dari luar jendela hotel tempatku menginap. Beda sama di Medan, matahari udah bisa keliatan dengan jelas. Tapi aku emang sengaja bangun lebih awal padahal rombongan study tour kami baru mulai berangkat sekitar jam sembilan pagi.  Mengingat pesan mama sebelum berangkat, karena ini juga pengalaman aku pergi keluar negeri bareng rombongan kampus dalam arti kata aku dilepas sendiri dan gak bisa seenaknya aja, karena aku ga lagi sama keluargaku sendiri, so.. aku berusaha mandiri dan disiplin. And I did it!

Selesai bersiap, aku dan dua orang teman sekamar ku turun kebawah buat sarapan. Awalnya kami kira kami kamar yang paling telat turun buat sarapan, tapi kami salah. Kami kamar yang begitu ditelepon oleh dosen, langsung turun kebawah buat sarapan. Untunglah kami gak telat, gak enak aja kan gara-gara kita telat jadi bikin banyak orang susah. Dan ini kejadian, jadwal jam sembilan pagi kami leler karena ada satu kamar yang telat bangun dan buat waktu tour kami ngaret. Disini aku bisa liat betapa orang Malaysia disiplin soal waktu, tapi mereka masih berbaik hati buat ngetolerir . Lepas dari semua keterlambatan, bus pun langsung menuju Istana Negara-Malaysia.

img_20170110_092749-copy

Panasnya cuaca di Malaysia kembali menyambut. Sialnya, aku lupa ngebawa sunglasses ku, gak lupa sebenernya cuma lebih tepatnya lupa aku simpan dimana makanya aku gak bawa sunglasses ku. Cuaca disana emang ga bersahabat banget sama ku, kacamata yang kupakai bolak-balik berembun karena keringat. Padahal baru juga turun dari bus, jadi ya terpaksa ga pakai kacamata dan rela buat silau-silauan .

Nah, abaikan curhatan seorang cewek berkacamata. Jadi begitu sampai, dan turun dari bus. Bukan hanya kami yang jadi turis di Istana Negara, banyak juga pendatang dari negara lain. Aku sering dapetin turis dari Korea, terus ngerasa amaze sendiri begitu denger mereka ngomong aku langsung nangkep mereka darimana. Yah gak heran sih, kalau mereka liburan ke Malaysia awal Januari di Korea emang lagi musim dingin, jadi udah pasti mereka datang liburan ke Malaysia buat cari suasana liburan beda.

 

Para turis yang datang mengunjungi Istana Negara yang terletak di Jalan Duta-KL ini, cuma bisa berfoto di depan pintu gerbang Istana Negara. Besarnya pintu gerbang Istana Negara, ngebuat aku langsung kepikiran sama film animasi princess disney. Istana Negara ini juga luas banget, tapi buat para turis hanya diperbolehkan berfoto-foto di luar Istana Negara Malaysia. Meskipun gak bisa masuk kedalam, foto-foto di luar gerbang Istana Negara ini juga cukup puas. Banyak turis yang mengambil foto di depan pintu gerbang Istana Negara, di depan tulisan Istana Negara, dan juga foto bareng pengawal Istana Negara lengkap dengan pakaian tradisional mereka . Oh ya, ada juga pengawal berkuda asli yang busa diajak buat foto bareng turis. Gak hanya turis luar negeri, banyak juga turis lokal berkunjung ke Istana Negara ini. Aku pikir kebanyakan turis luar negeri, ternyata aku banyak ngedapetin turis lokal juga karena gak sengaja ngedenger percakapan mereka dalam bahasa Melayu.

 

Luasnya halaman diluar pintu gerbang Istana Negara, bisa bikin buat main sepak bola atau semacamnya. Banyak dari anggota rombongan study tour kami, bikin video atau ngambil pemandangan di halaman luar pintu gerbang Istana Negara ini. Aku sih gak kepikiran mau buat video, lebih asik foto-foto pemandangan kesana-kemari mirip anak hilang. Kalau yang lain pada banyak selfie-selfie ceria di Istana Negara, aku malah enggak. Selain karena faktor cuaca yang panas dan gerah, aku emang fokus buat ambil gambar pemandangan sekitar Istana Negara. Ada pengalaman yang bikin agak kaget, aku dan dua temenku diajak sama turis asing buat foto bareng mereka. Antara percaya sama enggak, jujur baru pertama kali diajakin foto bareng turis asing jadi rada kaget tapi seneng juga.

 

Itu adalah motif di tembok pintu gerbang Istana Negara, keliatan kurang kerjaan ya..tapi aku emang suka ngambil macam-macam foto hehe.. tempat perhentian bus kami juga ada beberapa halaman jalan luas, yang gak tahu kenapa aku tiba-tiba ngambil gambarnya dan pengen ngeshare betapa bersihnya hampir ga ada satupun sampah. Semakin ga tahan dengan teriknya matahari, dan bus kami juga udah mau berangkat ke tempat lain yaitu Batu Caves, Selangor-Malaysia.

 

Pemandu study tour ngebawa kami buat minum teh tarik gratis di Batu Caves, jadi sebelum menjelajah lebih jauh ke tempat dimana ada patung emas dewa hindu raksasa atau biasa disebut patung Murugan. Didalam tempat minum teh tarik, mereka juga menjual berbagai macam barang seperti henna, pemutih gigi, teh tarik sachet, bahkan ada minyak rambut. Juga ada atraksi teh tarik dari pramusaji di tempat minum teh tarik itu, sayang gak sempat buat nangkap momennya karena si mas pramusaji terlalu cepet ngelakuin atraksinya sampe aku lupa buat nekan tombol perekam videonya.

img_20170110_102819-copy

Ada banyak ibu-ibu penjual aksesories di sepanjang jalan menuju patung hindu raksasa.

img_20170110_103255-copy

Kembali ke alam terbuka, dimana saat itu hari juga udah siang dan panas semakin menjadi. Tapi, karena suasana di Batu Caves banyak pohon mungkin terasa lebih sejuk dari Istana Negara. Patung emas setinggi 42, 7 meter berhasil ngebuat aku kagum. Pemandangan tebing dibelakang patung emas, serta anak tangga menuju kuil ada di samping patung emas buat aku berulang kali ngambil foto dari pemandangan itu.

 

Pengunjung bisa naik keatas anak tangga yang ada di sebelah patung, dan pemandu wisata kami bilang kalau naik keatas tangga menuju kuil, kita bisa nemuin banyak monyet. Aku juga pengen naik keatas tangga buat ngefoto monyet-monyet, cuma karena mikirin waktu kami yang terbatas dan gak mau buat bus menunggu apalagi udah masuk waktu makan siang. Jadinya aku batal naik keatas, cukup ngambil beberapa gambar menarik dibawah aja udah cukup. Lain kali kalau berkunjung lagi ke Batu Caves aku pasti naik keatas anak tangga dan ngeliat pemandangan dari atas. Sayangnya, waktu kami datang kesana bagian gapura masuk keatas kuil lagi di renovasi jadinya aku kurang ngerasa foto yang kuambil memuaskan karena ada sedikit “gangguan”.

 

Pernah nonton film Home Alone 2? Pasti ga asing sama adegan ketika si wanita tua ngelempar makanan merpati lalu banyak merpati yang ngejar. Nah, di Batu Caves ini kita juga dapat ngeliat betapa serunya banyak merpati berterbangan ngejar makanan yang dihamburin ke tanah.  Aku juga sempet ngevideoin serunya merpati-merpati berterbangan karena ngejar makanan yang diberi oleh salah satu pegurus Batu Caves.

 

Selain ada patung emas raksasa, ada juga kendi atau tong raksasa bertuliskan “Donation”. Mungkin tong itu semacam tempat buat yang sukarela menyumbang buat kebutuhan kuil. Corak-corak lantai di Batu Caves digambar dengan cantik, balik lagi ini bikin aku ingat scene film animasi Tangled, di film itu lantainya juga di gambari dengan corak-corak seperti di Batu Caves.

 

Karena foto-foto udah selesai, meskipun ga naik keatas. Waktu makan siang juga makin dekat, akhirnya perjalanan di Batu Caves selesai juga. Tebing di Batu Caves ngingatin aku sama Batu Gantung yang ada di Danau Toba.

img_20170110_102810-copy

Ah, Coconuts… (*.*)

 

Hari kedua kami berada di KL, kami habiskan dengan berkeliling wisata kota KL dan juga wisata belanjanya. Beberapa kali kami ada singgah ditempat belanja, dan karena aku sama sekali gak tertarik dengan belanja jadinya aku mutusin buat ngefoto-foto jalanan kota KL .

 

Lepas makan, sholat, langsung kami lanjutkan pergi ke Petronas Twin Tower. Gak sah katanya udah pergi ke KL-Malaysia tapi ga punya foto di Petronas Twin Tower. Rombongan study tour kami pun mengambil foto di daerah belakang Petronas Twin Tower. Karena kalau berfoto di depan Petronas Twin Tower, bakal banyak orang lewat dan tentunya itu bakal ngerusak foto bersama. Gak hanya rombongan kami yang mengambil foto di daerah belakang Petronas Twin Tower rombongan wisata lainnya juga begitu. Twin Towernya kelihatan kecil dari daerah belakang tapi disini banyak gedung-gedung pencakar langit dengan bentuk bangunan unik-unik.

 

Next stop, Suria KLCC Mall and Twin Tower tampak bagian depan. Ini nih surga wisata belanja terutama bagi ibu-ibu. Di Suria KLCC Mall, tempatnya belanja tas-tas, baju, sepatu, make up bermerk luar negeri. Saat disini, aku bener-bener ga ikut belanja dan cuma ngeliatin temen-temenku pada belanja. Karena aku tipikal orang yang kurang ngerti belanja dan milih barang, jadi aku mutusin buat nemenin dua temen sekamarku belanja di H&M yang lokasi gedungnya terpisah dari Suria KLCC Mall.

img_20170110_152831-copy

Nyantai sejenak selagi nunggu yang lain belanja emo22

20170110_165618

Belanja di Mall selesai, mari perjalanan kita lanjutkan ke Butik Coklat. Ke KL kalau pulang gak bawa oleh-oleh coklat juga belum ke KL namanya.

 

Belum masuk kedalam Butik Coklat, tapi wangi aroma coklat mulai menggoda hidung untuk ikut masuk . Di Butik Coklat, kita dapat ngeliat gimana cara pembuatan coklat, macam-macam pahatan terbuat dari coklat, juga dikasih informasi tentang bermacam-macam coklat mulai dari cocoa beans, cocoa mass, cocoa butter, cocoa powder.

 

Berbagai macam coklat dijual disini. Kita bisa nemuin coklat dengan banyak rasa unik di Butik Coklat ini. Ada rasa kelapa, mint, jahe, cabe, bahkan ada juga coklat rasa kari di jual di Butik Coklat ini.

 

20170110_170113

Beberapa orang rombongan study tour yang udah selesai belanja coklat milih duduk di pekarangan Butik Coklat sambil menikmati sore hari.

20170110_165527

Sore hari tiba, oleh-oleh coklat dari Malaysia juga udah dibeli. Selanjutnya, mari kita cari oleh-oleh yang gak bisa masuk perut tapi bisa dipakai. Central Market, we coming…

 

Beberapa gambar dari luar jendela bus yang kuambil, ini adalah stasiun KTM/ Kereta Api di KL-Malaysia. Bentuk bangunan stasiun KTM,terlihat bersejarah dan mirip model bangunan di negara Inggris menurutku.

 

Pasar Seni Central Market ini, udah ada sejak tahun 1888. Suasana menyambut tahun baru Imlek juga terasa, karena banyak lampion udah dipasang di sepanjang jalan menuju Central Market.

20170110_175133

Jalanan tenang, sepi ala luar negeri yang jadi favoritku.

20170110_175236

Pohon kelapa, mobil-mobil terparkir, lampion imlek bergantungan, ini cuma aku atau pemandangan ini mirip sama suatu game?

Welcome to Pasar Seni Central Market

20170110_175322

Central Market ini adalah pusat oleh-oleh seperti barang-barang kerajinan oleh khas Malaysia. Tas, gantungan kunci, kipas, hiasan meja, magnet kulkas, baju, bertuliskan/berlogo Malaysia dijual disini sebagai oleh-oleh . Central Market ini juga dekat dengan Chinatown di KL cuma aku gak kesana, ya karena rombongan study tour kami gak kesana padahal pengen singgah ngeliat Chinatown di KL itu gimana.

20170110_175415

Corak lantai depan di Central Market menggodaku buat nge-ckrek lagi.

Perjalanan rombongan study tour kami selesai di Central Market. Kami semua juga milih makan di rumah makan dekat hotel kami di daerah Bukit Bintang. Sekitar jam delapan malam kami sampai di rumah makan dulu buat ngisi perut lalu baru balik ke hotel. Di malam terakhir kami di KL-Malaysia, ada beberapa orang yang ingin naik monorail, dan beberapa lagi mutusin buat jalan-jalan sendiri. Seperti aku dan dua teman sekamar ku, begitu siap ganti baju, kami langsung pergi ke KL Twin Tower lagi. Alasan kami pergi kesana lagi, karena ga ada satupun dari kami yang sempat foto didepan KL Twin Tower. Makanya kami milih jalan kaki dari hotel buat kesana, dan jujur aku yang paling kewalahan. Begitu sampai di Twin Tower langsung milih buat duduk sejenak baru dilanjut foto-foto. Dan…. Twin Tower dimalam hari lebih cantik daripada di siang hari. Lampu-lampu dari Twin Tower menyala terang, dan lagi ada kolam kecil di depan Twin Tower . Banyak dari turis berfoto di depan Twin Tower malam hari. Turis lokal, turis asing, atau penduduk setempat juga banyak berfoto dan ngehabiskan malam di depan Twin Tower.

20170110_212115

 

Usai sudah malam terakhir di KL dengan berfoto di depan Twin Tower pada malam hari.

Hadiah manisnya dari KL, kami ketemu sama bule ganteng begitu pulang dari Twin Tower, bikin ga bisa tidur tuh bule ganteng. Untungnya kami ketemu begitu selesai belanja snack di Seven Eleven, niat beli es krim eh dapat bonus. What a beautiful night~16

Tunggu ya cerita selanjutnya, hari terakhir ku kemarin di KL-Malaysia.. (^_^)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s